Asteroid Apollo Dekati Bumi Subuh Ini, Apakah Berbahaya? Begini Penjelasannya
Sebuah asteroid berukuran 23 hingga 52 meter sebentar lagi berada di posisi dekat dengan Bumi. Setelah melakukan perjalanan bertahun-tahun lamanya, pada Jumat (8/5) hari ini, tepatnya pukul 04.48 WIB, asteroid itu diprediksi bakal berada pada jarak 4,33 jb (jarak bulan) atau 1,66 juta kilometer dari Bumi.
Benda langit itu adalah Asteroid 2016 HP6 yang dikategorikan sebagai asteroid Apollo. Batu raksasa ini bakal meluncur mendekati Bumi dengan kecepatan relatif 5,72 kilometer per detik. Beberapa asteroid Apollo punya reputasi yang kurang baik karena bisa mengancam penduduk Bumi. Itupun kalau mereka berada pada jarak yang terlalu dekat dengan Bumi.
Sebagai contoh asteroid Apollo yang pernah memasuki atmosfer Bumi pada 2013 silam dan meledak di atas langit kota Chelyabinsk, Rusia. Dentumannya terdengar sangat keras dan ledakannya mampu melukai 1.200 orang serta menghancurkan ribuan jendela apartemen milik warga.
Tapi tenang saja, karena asteroid Apollo kali ini tidak akan membahayakan. Menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), jarak antara Bumi dengan Asteroid cukup jauh, bahkan melebihi jarak antara Bumi dan Bulan sehingga objek ini tidak dapat dikategorikan sebagai objek berpotensi bahaya.
“Asteroid tidak akan membahayakan Bumi karena melintas jauh, melebihi jarak Bumi-Bulan. Sama sekali tidak berdampak pada Bumi,” ujar Thomas, kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Meski terdengar memiliki jarak yang sangat jauh, tapi jika dilihat dari sudut pandang antariksa jarak ini sangatlah dekat. Lalu, bisakah asteroid Apollo dilihat dari Bumi? Tentu saja bisa. Tapi dengan menggunakan alat bantu, seperti teleskop. Artinya, asteroid ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Menurut Thomas, saat asteroid diamati menggunakan teleskop, itu bakal terlihat seperti bintang redup. Asteroid dapat diamati dalam dua kategori pengamatan, yakni berdasarkan durasi observasi dan durasi perekaman atau exposure time.
Durasi observasi bakal bergantung pada medan pandang. Observasi umumnya sepanjang objek terlihat di medan pandang teleskop. Bisa beberapa jam untuk mendapatkan banyak data rekaman objek. Sedangkan durasi perekaman (exposure time) tergantung kamera dan keredupan objek, bisa beberapa detik sampai beberapa menit.
sumber : kumparan
Benda langit itu adalah Asteroid 2016 HP6 yang dikategorikan sebagai asteroid Apollo. Batu raksasa ini bakal meluncur mendekati Bumi dengan kecepatan relatif 5,72 kilometer per detik. Beberapa asteroid Apollo punya reputasi yang kurang baik karena bisa mengancam penduduk Bumi. Itupun kalau mereka berada pada jarak yang terlalu dekat dengan Bumi.
Sebagai contoh asteroid Apollo yang pernah memasuki atmosfer Bumi pada 2013 silam dan meledak di atas langit kota Chelyabinsk, Rusia. Dentumannya terdengar sangat keras dan ledakannya mampu melukai 1.200 orang serta menghancurkan ribuan jendela apartemen milik warga.
Tapi tenang saja, karena asteroid Apollo kali ini tidak akan membahayakan. Menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), jarak antara Bumi dengan Asteroid cukup jauh, bahkan melebihi jarak antara Bumi dan Bulan sehingga objek ini tidak dapat dikategorikan sebagai objek berpotensi bahaya.
“Asteroid tidak akan membahayakan Bumi karena melintas jauh, melebihi jarak Bumi-Bulan. Sama sekali tidak berdampak pada Bumi,” ujar Thomas, kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Meski terdengar memiliki jarak yang sangat jauh, tapi jika dilihat dari sudut pandang antariksa jarak ini sangatlah dekat. Lalu, bisakah asteroid Apollo dilihat dari Bumi? Tentu saja bisa. Tapi dengan menggunakan alat bantu, seperti teleskop. Artinya, asteroid ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Menurut Thomas, saat asteroid diamati menggunakan teleskop, itu bakal terlihat seperti bintang redup. Asteroid dapat diamati dalam dua kategori pengamatan, yakni berdasarkan durasi observasi dan durasi perekaman atau exposure time.
Durasi observasi bakal bergantung pada medan pandang. Observasi umumnya sepanjang objek terlihat di medan pandang teleskop. Bisa beberapa jam untuk mendapatkan banyak data rekaman objek. Sedangkan durasi perekaman (exposure time) tergantung kamera dan keredupan objek, bisa beberapa detik sampai beberapa menit.
sumber : kumparan

0 Response to "Asteroid Apollo Dekati Bumi Subuh Ini, Apakah Berbahaya? Begini Penjelasannya"
Posting Komentar